
Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat laba Rp 417,4 di akhir 2012, angkanya anjlok 52,5% dari perolehan laba tahun 2011 lalu sebesar Rp 879,7 miliar.
Meski laba turun, pendapatan ISAT sebenarnya meningkat 10,4% ke Rp 20,576 triliun di 2012 dari sebelumnya Rp 22,718 triliun.
"Kami gembira dengan pencapaian tahun 2012, di mana kami melihat peningkatan dalam kinerja keuangan dan operasional. Ke depannya, kami akan mempersiapkan diri untuk menghadapi lingkungan industri yang lebih menantang namun menjanjikan di tahun 2013, terutama dalam menangkap peluang pertumbuhan data," kata Presiden Direktur dan CWE Indosat Alexander Rusli dalam siaran pers, Senin (4/3/2013).
Pendapatan usaha selular tumbuh 12% dibandingkan tahun lalu, didukung oleh pertumbuhan pelanggan selular yang mencapai 58,5 juta pelanggan pada akhir periode 2012. Sedangkan Pendapatan Data Tetap (MIDI) meningkat utamanya disebabkan meningkatnya pendapatan dari proyek e-KTP, sewa transponder satelit Palapa - D dan proyek lainnya.
Pendapatan Telepon Tetap (Telekomunikasi Tetap) menurun disebabkan menurunnya pendapatan SLI sebagai akibat menurunnya tarif dan trafik, serta penurunan pendapatan FWA sebagai akibat penurunan pelanggan FWA.
Indosat juga mencatat nilai utang yang turun, dari Rp 23,405 triliun menjadi hanya Rp 21,988 triliun. Di triwulan III-2012, perusahaan mengakui sementara laba sebesar Rp 2,187 triliun yang timbul akibat transaksi penjualan dan sewa kembali 2.500 menara telekomunikasi.
Pada triwulan IV-2012, setelah dilakukan perhitungan final akuntansi terhadap penyewaan, sebesar Rp 1,062 triliun dari laba yang diakui telah dilakukan penangguhan dan akan diakui selama periode sewa.

No comments:
Post a Comment