
TEMPO - Singapore Telecommunications dan Amdocs--penyedia perangkat lunak untuk perusahaan telekomunikasi--telah membuka pusat pengembangan teknologi di Israel sebagai bagian dari investasi dalam teknologi baru.
SingTel menyatakan, fokus awal perusahaan itu pada pengenalan suara dan wajah serta sistem yang membuat jaringan mobile dan Wi-Fi lebih efisien. "Semakin banyak pelanggan menggunakan perangkat mobile untuk lebih dari sekadar komunikasi," kata Allen Lew, Chief Executive SingTel. "Dalam bisnis kami, tidak cukup menjadi up to date, kita harus lebih maju."
Pusat pengembangan ini akan menjadi "LifeLabs" ketiga SingTel, di samping pusat-pusat serupa di Singapura dan Boston. Lew mengatakan, SingTel menanamkan dana kerja sama sebesar US$ 161 juta (Rp 1,5 triliun) dan sebagian akan didedikasikan untuk Israel.
SingTel juga akan berinvestasi pada perusahaan start-up Israel, mendanai institusi akademis dan penelitian, dan berkolaborasi dengan inkubator dan investor untuk menemukan teknologi yang menarik.
Chief Executive Amdocs, Eli Gelman, mengatakan, pusat pengembangan baru itu akan membantu teknologi Israel untuk mencapai pasar Asia. Amdocs, yang memiliki pendapatan US$ 3,2 miliar (Rp 31 triliun) pada 2012, menyediakan manajemen pendapatan, pusat panggilan pelanggan, software provisioning, dan lainnya untuk perusahaan komunikasi.
Amdocs sudah memiliki pusat pengembangan yang sama dengan AT&T, tapi Gelman mengatakan tidak akan ada konflik kepentingan karena kedua operator tidak bersaing di pasar.
SingTel telah berinvestasi dalam dua perusahaan start-up Israel dan tahun lalu mengakuisisi perusahaan periklanan mobile Amobee, yang memiliki pusat teknologi di Israel.

No comments:
Post a Comment