
WASHINGTON - Simpanse betina memperlihatkan gesture (sikap) yang lebih "negatif" ketika berkomunikasi dengan simpanse betina lainnya. Studi yang dilakukan peneliti University of Minnesota ini melibatkan 17 simpanse betina di Chester Zoo, Inggris.
Dilansir BBC, Senin (4/3/2013), penelitian ini menganalisis strategi gesture atau sikap yang digunakan oleh grup simpanse betina di Chester Zoo. Dalam interaksi betina dengan betina, simpanse menggunakan sinyal lebih agresif.
Akan tetapi, simpanse betina menerapkan sikap lebih positif apabila berada di sekitar pejantan. Ketika berada di sekitar lawan jenisnya, simpanse betina bisa terlihat lebih "sopan" dengan ekspresi salam dan penyerahan (submission).
"Ketika berkomunikasi dengan pejantan, perempuan seperti 'menyedot' kepada mereka," ungkap peneliti Nicole Scott dari University of Minnesota, Amerika Serikat. Penelitian ini dilaporkan dalam American Journal of Primatology.
Dalam penelitiannya, ilmuwan melakukan rekam video perilaku 17 simpanse betina dan lima simpanse jantan. "Saya mendefinisikan gesture sebagai gerakan ekspresif dari anggota badan atau kepala dan postur tubuh yang diproduksi dengan sengaja," jelas peneliti.
Scott mengatakan, sikap agresif terhadap sesama jenis ini menunjukkan bahwa simpanse betina lebih sensitif terhadap pasangannya. Peneliti tidak menemukan bahwa ini berlaku terhadap simpanse jantan.
Berdasarkan penelitian tersebut, Scott menjelaskan bahwa simpanse jantan menunjukan hubungan lebih positif terhadap simpanse jantan lainnya. Sebab, simpanse jantan memiliki kepentingan terhadap aliansi atau grup pejantan dan mempertahankan peringkat sosial yang tinggi dalam kelompok.

No comments:
Post a Comment